Message info
 
To:daarut-tauhiid@yahoogroups.com From:Chandra Kurniawan Subject:[daarut-tauhiid] Pengkhianatan yang Berujung Kekalahan Date:Wed, 6 Jun 2012 11:19:59 +0800 (SGT)
 

 

Penyebab kekalahan tentara Arab dalam perang melawan Israel adalah pengkhianatan yang dilakukan oleh pemimpin Mesir pada waktu itu. Yaitu Gamal Abdun Naser. Dia telah menangkapi para prajurit Ikhwan yang telah bekerja keras berjihad di jalan Allah. Padahal pada waktu itu Mujahidin Ikhwan mampu mendesak tentara zionis. Namun, setelah Gamal Abdun Naser mengadakan perjanjian damai dengan Israel, kemenangan yang sudah di depan mata malah di sia-siakan. Dia malah menangkapi Mujahidin Ikhwan karena perjanjian itu. Itu artinya, dia tunduk pada saat umat kuat. Karena bermula dari kejadian inilah, kekalahan demi kekalahan umat Islam di Timur Tengah mulai terasa. Padahal umat Islam di Timur Tengah menghendaki perlawanan terhadap Israel, bukannya perjanjian damai yang justru merugikan umat dan menguntungkan Israel.Hingga kini tak satu pun perjanjian damai dipatuhi oleh Israel. Israel selalu berbuat seenaknya sendiri tanpa pernah memedulikan seruan Internasional.
Apalagi sejak mendapat perlindungan dari negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu lainnya. 

Gamal Abdun Naser Cs. hanya gemar menyiksa mujahidin Ikhwan, tetapi mereka sama sekali tidak melakukan perlawanan terhadap Israel. Mereka melakukan penyiksaan yang teramat keji, sementara di depan mereka Israel terus merongrong kedaulatan negara. Mereka telah kehilangan orang-orang yang ikhlas berjuang, berani berkorban jiwa raga dan harta. Akhirnya, yang hadir kini adalah tentara-tentara yang takut mati, yang kabur saat pertempuran, yang lebih memilih kemewahan bersama musuh, yang berkhianat dan sebagai gantinya berbagai harta kekayaan. Hanya dalam enam hari saja tentara Arab kalah melawan Israel. Ini adalah kekalahan yang menyakitkan dan memalukan sepanjang sejarah. Kekalahan ini bukan disebabkan oleh persenjataan atau kehebatan musuh, tetapi disebabkan oleh pengkhianatan yang dilakukan oleh orang dalam. 

Berikut ini fakta yang mengejutkan sebelum terjadinya Perang Enam Hari atau Yom Kippur:
Angkatan Bersenjata Mesir melupakan kewajiban pokoknya. Yaitu, mengadakan latihan secara berkala serta meningkatkan kemampuan mereka dengan teknik operasi gabungan yang merupakan karakteristik dari peperangan yang akan datang dengan musuh Zionis. Namun kenyataannya, di medan operasi tersebut tidak pernah terjadi aktivitas serangan udara yang berakibat pada alpanya latihan operasional dalam hal pertahanan udara. Dari kenyataan tersebut dapat dikatakan bahwa empat tahun sebelum terjadinya Perang Juni 1967 tidak ada latihan perang serius dalam bentuk apa pun sebagai persiapan untuk menyongsong perang yang menentukan melawan Israel. Mesir tidak mempersiapkan dirinya dan medan pertempurannya di Sinai dengan baik untuk berperang melawan Israel. Akibatnya, perut-perut para prajuritnya menjadi gendut serta kantong-kantong mereka bertambah tebal. (Syaikh Sa'ad Karim Al-Fiqi, Pengkhianatan-Pengkhianatan dalam Sejarah Islam/ Khiyanat Hazzat At-Tarikh Al-Islami,
hlm.  334)

Inilah yang terjadi; prajurit-prajurit bermental tempe berhadapan dengan pasukan Zionis yang mempunyai tujuan yang jelas. Berapapun banyaknya tentara Arab pada saat itu, mampu dihadapi oleh pasukan Zionis. Bahkan Zionis sudah mampu mengetahui di mana letak tempat-tempat strategis pasukan Arab. Kekalahan itu bukan disebabkan oleh kehebatan Zionis, tapi kemaksiatan yang dilakukan oleh tentara Arab yang sangat banyak dilakukan pada saat itu. 

Sesungguhnya para pengkhianat itu akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah Swt.. Allah Swt. berfirman, "“Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.” (QS. An-Nisâ` : 107)“Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (QS. Al-Hajj : 38) “Dan janganlah kamu menjadi pembela orang-orang yang khianat.” (QS. An-Nisâ`: 105) Bila Allah sudah benci kepada hamba-Nya maka tidak ada yang bisa menolongnya meskipun seluruh manusia bersatu membantunya. Maka dunia terasa sempit baginya meskipun dirinya mempunyai kekayaan melimpah dan kekuasaan yang besar. Naudzubillahi mindzalik.

Sudah seharusnya hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kaum muslimin agar menjauhi sikap khianat. Karena pengkhianatan inilah, umat Islam "diazab" oleh Allah dengan kekalahan yang memalukan. Kalah perang hanya dalam waktu enam hari! Inilah akhir dari Gamal Abdun Naser yang tertulis dalam sejarah:

Ketika mantan Presiden Gamal Abdun Naser wafat, banyak tulisan, surat kabar, dan buku-buku menghujatnya. Pada saat itu media massa menemukan sasaran empuk untuk dijadikan headline. Bahkan sampai orang-orang yang dulu mendukungnya atau tepatnya berpura-pura mendukungnya ikut mengecamnya. Hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama sekali. Hujatan dan kecaman yang ditujukan kepadanya telah menjadi kegiatan sehari-hari dari banyak orang. Mereka berlomba-lomba menunjukkan kelihaian bahasa mereka untuk menghujatnya. (Syaikh Sa'ad Karim Al-Fiqi, Pengkhianatan-Pengkhianatan dalam Sejarah Islam/ Khiyanat Hazzat At-Tarikh Al-Islami, hlm.  335) 

Inilah akhir dari kehidupan para pengkhianat. Semoga Allah melindungi kita dari berbuat khianat dan menjadi pembela para pengkhianat. 
 

http://abu-farras.blogspot.com/2012/06/pengkhianatan-yang-berujung-kekalahan.html 

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___